“Langkah Tertata Menuju Gerbang Ilmu dan Cahaya Qurani.”
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Tahfiz Anak Negeri dirancang secara sistematis agar setiap calon siswa dan orang tua memahami dengan jelas tahapan, waktu, serta mekanisme pendaftaran.
Kami percaya bahwa setiap proses yang baik adalah bagian dari pendidikan itu sendiri.
Oleh karena itu, alur PPDB tidak hanya administratif, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan adab.
Filosofi PPDB Sekolah Tahfiz Anak Negeri
“Ketika niat sudah benar dan langkah dimulai dengan adab, maka Allah akan memudahkan jalan menuju ilmu yang bermanfaat.”
Proses penerimaan siswa di Sekolah Tahfiz Anak Negeri bukan sekadar formalitas, tetapi awal perjalanan ruhiyah dan intelektual untuk membangun generasi hafizh yang berkarakter, cerdas, dan beradab.
Tahapan Alur PPDB
Berikut alur resmi PPDB yang perlu diikuti oleh calon siswa dan wali:
1. Pendaftaran Awal
- Calon peserta mengisi formulir pendaftaran secara online atau offline.
- Melampirkan dokumen yang dipersyaratkan (rapor, KK, akta, surat sehat, foto, dll).
- Melakukan pembayaran biaya pendaftaran.
- Mendapatkan Nomor Registrasi PPDB resmi dari panitia.
Tujuan: Memastikan data calon siswa teregistrasi dengan benar dan terverifikasi.
2. Verifikasi Berkas
- Panitia memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen.
- Bila terdapat kekurangan, calon pendaftar akan dihubungi oleh admin PPDB.
- Setelah lolos verifikasi, peserta akan mendapat jadwal seleksi berikutnya.
Tujuan: Menjamin bahwa setiap peserta memenuhi standar administrasi penerimaan.
3. Tes Seleksi Akademik & Tahfiz
- Tes dilakukan secara online atau langsung di kampus sekolah.
- Ujian mencakup:
- Tes kemampuan membaca Al-Qur’an.
- Tes hafalan dasar (juz tertentu).
- Tes akademik (matematika, bahasa, dan logika dasar).
- Tes dilaksanakan dengan pendekatan assessment beradab, bukan sekadar ujian tertulis.
Tujuan: Mengukur kesiapan akademik dan kemampuan dasar calon siswa dalam tahfiz.
4. Wawancara Orang Tua & Calon siswa
- Dilakukan oleh tim guru dan pengasuh tahfiz.
- Mencakup pembahasan tentang niat belajar, kebiasaan ibadah, dan komitmen keluarga terhadap pendidikan Qurani.
- Orang tua juga mendapat penjelasan tentang visi sekolah dan program boarding.
Tujuan: Menyatukan visi antara sekolah dan keluarga agar pendidikan berlangsung dengan sinergi.
5. Pengumuman Hasil Seleksi
- Hasil diumumkan melalui website resmi sekolah dan akun pendaftar masing-masing.
- Calon siswa yang diterima akan mendapatkan:
- Surat resmi penerimaan.
- Panduan daftar ulang.
- Jadwal orientasi siswa baru.
Tujuan: Memberikan kejelasan hasil seleksi secara transparan dan profesional.
6. Daftar Ulang
- Calon siswa yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang sesuai jadwal.
- Melengkapi dokumen administrasi dan pembayaran awal.
- Mengikuti pengarahan bersama wali siswa.
Tujuan: Memastikan peserta yang diterima benar-benar siap bergabung secara resmi.
7. Masa Orientasi siswa Baru (MOS Qurani)
- Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan sistem tahfiz.
- Pembiasaan adab sehari-hari dan nilai ruhiyah.
- Pembentukan ikatan awal antar-siswa dan mentor.
Tujuan: Membentuk kesiapan spiritual, akademik, dan sosial bagi siswa baru.
Jadwal Pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2025/2026
| Tahapan | Gelombang 1 | Gelombang 2 | Gelombang 3 |
| Pendaftaran | 5 Januari – 31 Maret | 1 April – 30 Juni | 1 Juli – 10 Agustus |
| Tes Seleksi | 10–15 April | 10–15 Juli | 15–20 Agustus |
| Wawancara | 20–25 April | 20–25 Juli | 25–28 Agustus |
| Pengumuman | 30 April | 30 Juli | 30 Agustus |
| Daftar Ulang | 1–10 Mei | 1–10 Agustus | 1–5 September |
| MOS Qurani | 15–20 Juli | 15–20 Agustus | — |
Jadwal dapat berubah menyesuaikan kalender pendidikan nasional dan keputusan yayasan.
Catatan Penting
- Peserta yang sudah mendaftar wajib memeriksa status pendaftaran secara berkala.
- Semua komunikasi resmi dilakukan melalui website dan kontak admin PPDB.
- Sekolah tidak bertanggung jawab atas informasi yang berasal dari pihak luar.
Pesan dari Kepala Sekolah
“PPDB bukan sekadar seleksi, tapi awal pembentukan insan Qurani. Kami tidak mencari yang sempurna, tapi yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri bersama Al-Qur’an.”
